PERBEDAAN POLA PIKIR

Pada lebaran lalu, saya bertemu dengan teman yang sudah cukup lama tidak saya jumpai. Hal ini mungkin dikarenakan kesibukan kami masing-masing. Cerita punya cerita ternyata dia baru saja menyelesaikan studi S3nya di Jepang (mantabs sudah Phd alias doktor..saya aja S2 blom slesai..X_X). Karena slesai sholat ied saya mengajaknya untuk melanjutkan pembicaraan di rumah sekaligus silahturahmi karena sudah lama tidak bersua.

Di rumah saya, dia bercerita tentang majunya negara Jepang baik dari segi teknologi maupun pola pikir. Dalam ceritanya, ia menyampaikan pengalamannya yang menurut saya menarik untuk saya post pada blog ini. Ceritanya begini : suatu hari ia pulang kuliah dengan naik MRT (itu lho kreta bawah tanah). Seperti biasanya proses pembelian tiket/card (karena tiketnya berupa kartu yang bisa diisi ulang) berjalan lancar dan tertib sampai naik kereta. seperti gambar berikut :
Nih contoh gambar kereta apinya :

Kalau di Indonesia. liat aja gambar berikut :

Budaya tertib memang agak terabaikan di negri kita ini..:'(

Kembali ke cerita teman saya tadi, saat turun kreta biasanya orang-orang menempelkan card/tiket tadi pada layar sehingga ongkos kereta langsung terdebet. Karena iseng, teman saya tsb mencoba untuk tidak menempelkan cardnya dan ternyata tidak terjadi apa-apa. Dia tetap bisa melanjutkan perjalanan seperti biasa. Hal ini sempat ia lakukan beberapa kali sampai ia bercerita dengan sahabatnya (orang Jepang) bahwa ia bisa bepergian tanpa membayar ongkos kereta.

Mendengar hal tsb sahabatnya yang orang jepang itu tersenyum dan bilang ia takkan melakukan hal yang serupa dengan temanku itu. KENAPA ??
Hal tsb karena ia berpikir bahwa sumber pendapatan transportasi kreta tersebut pastilah dari ongkos yang dibayar oleh penumpangnya. Apabila hal tersebut ia lakukan maka pendapatan transportasi tersebut akan berkurang. Dan semakin banyak orang yang melakukan kecurangan tsb akan menyebabkan perusahaan merugi dan tutup. Kalau tutup, gimana ia akan pergi kuliah?? karena transportasi yang cukup cepat dan representatif adalah kereta api tsb.

Teman saya itu tersipu malu..sambil mengangguk-angguk. (anggukan penuh makna...entah karena mengerti atau malah berpikir EGP..emang gue pikirin...hehehe).

Tapi begitulah masyarakat Jepang. Mereka tidak saja unggul dari segi teknologi tetapi juga pola pikir yang lebih modern dari pada kita masyarakat Indonesia. KIRA2 KAPAN YA KITA BISA MAJU??

Comments

Popular Posts