PRODUK BARU SEPEDA MOTOR KANZEN

 Negara Indonesia dengan jumlah penduduk sebanyak 220juta merupakan potensi yang besar bagi penjualan produk sepeda motor. Sebagai negara berkembang dengan kondisi perekonomian yang belum stabil, sepeda motor menjadi alat transportasi pilihan karena harganya yang relatif terjangkau. Hal ini dibuktikan dengan populasi sepeda motor di Indonesia yang pada tahun 2004 mencapai 28,95 juta. Saat itu Indonesia menjadi produsen sepeda motor ke-3 terbesar di dunia setelah Cina dan India.

Potensi yang besar pada pasar sepeda motor di Indonesia mendorong Rini AS Suwandi untuk membuat motor nasional yang diciptakan sendiri oleh putra putri Indonesia. Dengan mendirikan PT Semesta Citra Motorindo (SCM), Rini selaku Presiden Komisaris SCM dan Hermawan Surya selaku Presiden Direktur SCM pada Oktober 2000 meluncurkan produk pertamanya yaitu sepeda motor merek "Kanzen". Pada mulanya komponen yang digunakan untuk membuat Kanzen diperoleh berdasarkan multisourcing dari Taiwan, Cina dan Korea. Namun hal ini kurang memberikan hasil yang maksimal. Persepsi yang muncul dari konsumen adalah Kanzen seperti motor Cina.

 Manajemen Kanzen kemudian melakukan perubahan dengan melakukan kerjasama dengan Daelim yaitu produsen sepeda motor terbesar di Korea. PT SCM mendirikan pabrik yang berlokasi di Kerawang Timur, Jawa Barat yang telah menggunakan teknologi robotik. Pada tahun 2002 komponen motor yang berasal dari lokal mencapai 60%. Kanzen telah menerima Sertifikat Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2000 untuk Manufacturing of Motorcycle Crank Case dari TUV Certification Body yang berbasis di Jerman. Kanzen juga telah terdaftar sebagai anggota Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI).

Produk yang ditawarkan Kanzen cukup beragam yaitu terdiri dari model bebek, sport, dan skuter dengan varian mesin 100cc, 110cc, dan 125cc. Harga yang ditawarkan berkisar 9juta sampai belasan juta. Namun secara nasional penjualan Kanzen masih jauh di bawah penjualan sepeda motor merek Jepang. Data 2005 menunjukkan, merek Honda mendominasi pasar dengan menguasai 51,96% pangsa pasar, berikutnya merek Yamaha dengan 24,03%, diikuti merek Suzuki dengan 21,48% dan sisanya merek lain seperti Kawasaki, Vespa termasuk Kanzen yang memperebutkan 2,21% pangsa pasar. Oleh karena itu dibutuhkan strategi pemasaran yang lebih baik untuk meningkatkan penjualan motor Kanzen.

Comments

Popular Posts